/Terimah Kasih Untuk Sepotong Hati Yang Telah Kau Sakiti Dan Bawa Pergi

Terimah Kasih Untuk Sepotong Hati Yang Telah Kau Sakiti Dan Bawa Pergi

(Gambar/via pinterst)

Setelah hari-hari menyakitkan kulewati dengan tangis dan dendam. Aku mulai menyadari bahwa cinta itu tidak selalu menyenangkan. Ada kalanya ia terasa pahit dan sakit saat ia terasa begitu indah dan menggoda. Ada pula saat kita begitu merindukannya tapi dalam waktu yang bersamaan kita juga pernah merasakan saat-saat paling membencinya.

Pernah suatu ketika saat aku meletakkan hati dan perasaan pada seseorang karna sudah percaya dan berkeyakinan padanya maka segala rasanya adalah rasaku. Semua dukanya adalah dukaku. Seluruh sulitnya adalah sulitku.

(Gambar/weheartit.com)

Namun saat aku telah memberikan segala perhatian dan pengorbananku, ia pergi begitu saja tanpa sedikitku menjelaskan sebuah alasan meninggalkan. Hampir saja separuh kewarasanku hilang dan tak kembali. Aku sungguh merasa tidak berdaya dan tidak memiliki air mata karna air dimataku telah mengering. Meskipun sumber mata air-air mata itu terus mengalir dan terasa didada. Sungguh tak sanggup kubayangkan.

Namun seiring berjalannya waktu aku juga mulai menyadari bahwa kita bisa saja dipertemukan dengan seseorang yang salah bukan karna tuhan salah melainkan karna kita tidak mampu menerjemahkan bahwa cinta yang ditunjukkan seseorang belum tentu cinta yang sebenarnya. Karna kini aku percaya bahwa cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang membawa kejalan yang lurus. Jalan yang di diridhoi. Bukan jalan yang penuh tipu muslihat.

Untukmu yang pernah mengenalku, Terimahkasih untuk sepotong hati yang telah kau sakiti dan  bawa pergi. Karna sekarang aku mulai belajar tentang sebuah arti cinta dan keikhlasan.