/Dari Layla Majnun, Remeo and Juliet, Macron-Brigitte Sampai padaku yang tak pernah kau anggap ada

Dari Layla Majnun, Remeo and Juliet, Macron-Brigitte Sampai padaku yang tak pernah kau anggap ada

(gambar/indiewire.com)

Dulu aku tidak mengerti mengapa Qais begitu sangat mencintai layla hingga rela menukar semua benda yang dimilikinya dengan sebilah tongkat kayu, sehelai pakaian sobek dan setelungkup tempurung pengemis dipinggir kota, hanya demi bisa masuk kekota dan melihat layla meski disepanjang jalan dilempari dan diludahi orang-orang.

Dulu aku tidak memahami mengapa romeo, dan juliet rela meninggalkan semua kemegahan yang mereka miliki serta merelakan nyawa dikandung badan melayang hanya demi menunaikan janji sehidup semati.

Dan dulu aku juga tidak mampu mencerna bagaimana seorang presiden francis saat ini, Macron menikahi seorang janda berusia 54 tahun, Brigitte pada tahun 2007 yang lalu sedangkan usia macron waktu itu 29 tahun.

(Gambar/www.lexpress.fr)

Namun semenjak kau semakin menjauh, tidak tau mengapa hati dan perasaanku kekamu semakin sulit dihilangkan. Aku tidak mengerti, tidak memahami dan tidak mampu mencerna mengapa semakin melubuk dan merayap kejantung hati walau kini kutak mampu menatap mata, senyum dan mendengar suaramu secara langsung melainkan hanya dimedia sosial.

Namun kini seiring detik dan angin berlalu aku mulai mengerti mengapa Qais majnun ke layla. Remeo dan Juliet rela bunuh diri dan Macron tetap menikahi Brigitte yang dicintai semenjak Brigitte menjadi guru sekolah macron.

(Gambar/via pinterest)

Aku mulai mengerti Qais karna bagi Qais cinta tetap cinta meskipun dipisahkan yang namanya cinta tetap membuatnya bahagia meskipun sakit dan hina ditancapkan pada mukanya. Aku memahami romeo dan juliet yang rela bunuh diri meskipun mereka tau setelah mati mereka tidak akan pernah bisa kembali bersama tetapi mereka menyadari bahwa cinta mereka tidak akan mampu dan kuat melihat mereka satu sama lain dengan orang lain didunia ini. Aku mencerna macron mengapa ia tetap menikahi Brigitte yang terpaut hampir 25 tahun, karna bagi macron sama dengan Qais, cinta adalah cinta. Tidak peduli ia sudah menikah atau tidak. Tidak peduli ia sudah berumur atau tidak. Karna cinta tetap cinta.

Dan kini aku seakan merasakan apa yang mereka rasakan. Aku merasakan cinta luar biasa saat dulu pernah mengintip senyum dan kedua bola matamu yang indah. Mendengar suara dan merasakan keanggunan dirimu. Aku masih merasakan betapa cantik dan manisnya dirimu dimataku. Dan semua itu seakan tidak pernah reda dan berkurang. Sungguh menjadi idolaku untuk membahagiakan dan menyayangimu sepenuh hati.

Sungguh tidak ada sedikitpun rasa penyeselan bagiku untuk tetap mecintaimu meski aku kini tetap tidak kau anggap ada. Biarlah aku tetap tabah sebagaimana Qais mecintai Layla, Mancron menyayangi Brigitte. Semoga saja dilain waktu semesta membuka matamu bahwa seseorang yang mencintaimu dan rela mengorbankan segalanya untukmu adalah seseorang yang layak kau miliki dalam menjalani hidup yang penuh dara dan airmata ini.