/Bersabarlah, Menikah Bukan Tentang Siapa Cepat Dia Dapat

Bersabarlah, Menikah Bukan Tentang Siapa Cepat Dia Dapat

Semua telah tertulis dalam ukiran yang paling romantis dan realistis

(Gambar/ox.ac.uk)

Bintang-gemintang bersinar diujung langit, ombak pantai menerjang karang, dedaunan jatuh berguguran. Lebah menghisap lezatnya madu dipucuk bunga. Semua berjalan pada garis yang telah ditetapkan. Tidak ada yang pernah terlewatkan meski bintang jatuh di ujung semesta, derai ombak pantai sampai kedaratan, madu pada kuntum bunga dan dedaunan yang disirami dan diterbangi hujan melayang-layang jatuh disela-sela padang ilalang. Semua telah tertulis dalam ukiran yang paling romantis dan realistis.

waktu dan tempat yang diinginkan adalah ruang yang tidak mampu kamu jama sebagai manusia yang  terbatas.

Demikian pula dengan kata menikah, suatu kata yang sakral yang penuh dengan misteri. Tidak dapat ditebak dan diduga-duga. Dengan siapa, dimana dan kapan. Kamu boleh saja menjelaskan sesiapa yang kamu inginkan tetapi kamu tidak kuasa mengingingkan apa yang bukan semesta inginkan untukmu. Kamu boleh saja berencana dimana dan kapan waktu yang kamu inginkan tetapi waktu dan tempat yang diinginkan adalah ruang yang tidak mampu kamu jama sebagai manusia yang  terbatas.

(Gambar/brookes.ac.uk

Ada yang tinggi dan semampai, cantik dan mengonda. Tampan dan bermateri tetapi juga bukan jaminan menikah

Menikah bukan tentang siapa cepat dia dapat. Ada yang sungguh-sungguh mencari dan memantas diri tetapi waktu yang diinginkan tidak berpihak. Ada yang tidak pernah mencari dan seakan tidak peduli dengan sebuah penantian, tetapi waktu lebih dahulu merumahkannya dalam suka cita. Ada yang tinggi dan semampai, cantik dan mengonda. Tampan dan bermateri tetapi juga bukan jaminan menikah sesuai waktu dengan yang diinginkan.

(Gambar/theconversation.com)

jodoh terbaik datang diwaktu yang terbaik”

Menikah bukan sekedar menanti dalam kesiksaan apalagi tentang mendesak dalam keinginan. Menikah adalah kata tuhan meski kata kerja seakan lebih rasional ketimbang kata takdir. Untukmu yang segera menikah karena sudah dimusim menikah, bersabarlah, meskipun undangan bergemuruh datang, pertunangan menjamur sepanjang jalan, tetaplah dalam kesabaran sebab “jodoh terbaik datang diwaktu yang terbaik”, ada kata tenang yang mesti tetap membuat bahagia sebagai tanda syukurmu pada semesta yang menciptakanmu dengan penuh keindahan dan pesona.