/8 Novelis Indonesia Yang Paling Menginspirasi

8 Novelis Indonesia Yang Paling Menginspirasi

Novelis Indonesia tidak boleh diangap remeh karena dari tahun ketahun novelis indonesia selalu menelurkan karya-karya yang memukau. Yang tidak saja dicetak jutaan eksampler ditanah air tetapi juga dicetak dan diterjemahkan kedalam bahasa asing. mulai dari bahasa inggris, jepang sampai bahasa arab. karya-karya mereka terbang dari tanah air ke negeri serumpun, Malaysia dan Brunei Darussalam hingga sampai kebenua eropa dan amerika. siapa saja mereka, Yuk simak 8 Novelis Indonesia Yang Paling Menginspirasi yang boleh jadi dapat memacu semangat menulis kamu.

1. Andrea Hirata

Mahakarya Novel Laskar Pelangi yang diterbitkan pada tahun 2005 lampau telah mengantarkan novelis dari tanah belitung ini sebagai novelis paling spektakuler ditanah air. sudah dicetak jutaan eksampler dan pada tahun 2019 ini memasuki cetakan yang ke-50 tidak saja membuat mahakarya Andrea Hirata menjadi Bestseller melainkan juga menjadi sebuah novel yang fonomena. Tidak khayal pada tahun ini karya andrea hirata sudah diterjemahkan kedalam 34 bahasa.

Andrea Hirata yang pernah menempuh pendidikan master di Universitas Sheffield Hallam Inggris ini selalu menulis novel yang bercerita tentang melayu, kopi, timah dan pantai. sebut saja karya cinta dalam gelas, ayah, sirkus pohon, padang bulan dan seterusnya. menurutnya bercerita tentang kehidupan melayu tidak pernah habis. ada-ada saja yang dapat digali. disuatu kesempatan andrea hirata juga menambahkan bahwa seorang penulis dalam menulis memiliki prefensi waktu dan tempat.

” Orang cerdas berdiri dalam gelap, sehingga mereka bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang lain. Mereka yang tidak dipahami oleh lingkungannya, terperangkap dalam kegelapan itu. Orang yang tidak cerdas hidup di dalam terang. Sebuah senter menyiramkan sinar tepat di atas kepala mereka dan pemikiran mereka hanya sampai batas batas lingkaran cahaya senter itu”, Andrea Hirata Dalam Laskar Pelangi

2. Habiburahman El-Shirazy

Habiburahman El-Shirazy atau yang akrab disapa kang abik ini adalah seorang novelis jebolan universitas Al-Azhar. Melalui tinta indahnya, mengalir novel ayat-ayat cinta yang bagai oase ditengah gurun. disaat novelis-novelis indonesia menulis tentang cinta, korea dan jepang. Kang abik tampil dengan novel islami yang berlatarbelakang timur tengah.

Ide-ide cerita kang abik tentang melankolis dalam sebuah novel digubah menjadi sebuah karya yang penuh makna, tidak saja mengemukakan imajinasi tetapi menyelipkan sejarah kehidupan manusia yang luar biasa. yang biasa kita temukan dalam kitab kuning, Kang abik dalam suatu kesempatan mampu mengemas perjalanan kehidupan seorang sufi yang bergelar badiuzaman said nursi kedalam cerita cinta yang penuh sensasi yang bernafaskan islam. Tidak khayal kang abik mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri.

Karya-karya kang abik lebih dari pantas kamu sedu dengan kopi dan senja. mulai dari ayat-ayat-cinta, bidadari bermata bening, merindu baginda, api tauhid, kembara rindu dan seterusnya.

“Biarkan orang lain menjalani kehidupan yang kecil, tetapi kamu jangan!
Biarkan orang lain memperdebatkan soal-soal kecil, tetapi kamu jangan!
Biarkan orang lain menangisik kepedihan-kepedihan kecil, tetapi kamu jangan! Biarkan orang lain menyerahkan masa depan mereka kepada orang lain, tetapi kamu jangan!” Kang Abik

3. Asma Nadia

Asma Nadia seorang novelis yang pernah hidup miskin di pinggir rel kerata api ini sudah tidak diragukan lagi dalam dunia literasi tanah air. sempat menggagas Forum Lingkar Pena, komunitas menulis yang tetap eksis ditanah air dengan saudaranya, Asma Nadia bersama sang suami, Isa Alamsya juga mendirikan komunitas bisa menulis. yang pada hari ini sudah memiliki setengah juta lebih anggota di group facebook.

Dengan karya-karyanya seperti surga yang tak dirindukan, Asslamulaikum Beijing, Pesantren Impian, catatan seorang istri dan sebagainya yang telah difilmkan mengangkat harkat dan martabat seorang penulis yang dulu saja susah makan dan suka sakit-sakittan ini. Tapi sekarang berkat komitmennya dalam menulis karya-karya inspirasi yang juga bernafaskan islami telah mengantarkannya ke 60 negara dan 288 kota dunia.

“Kematian, adalah peristiwa tercepat, yang menjadikan segala tinggal sejarah.” Asma Nadia

4. Ahmad Fuadi

Seorang mantan jurnalis dari tempo ini hadir dengan novel menara 5 warnanya. kemudian novel-novel yang senada seperti ranah 3 warna, rantau 1 muara, anak rantau muncul kepermukaan. novel-novel karya Ahmad Fuadi tidak jauh berbeda dengan setting kehidupan merantau seorang warga minangkabau.

Tidak berhenti disana Ahmad Fuadi juga menulis buku tentang kiat-kiat mendapatkan beasiswa karena sudah tidak dapat dihitung dengan jari-jemari sudah berapa banyak Ahmad Fuadi mendapatkan beasiswa studi diluar negeri. Tidak heran jika penulis yang satu ini juga mendapatkan banyak penghargaan.

Sebut saja penulis Terbaik, IKAPI/Indonesia Book Fair 2011, Writer in Residence, Bellagio, Lake Como – Italy, Rockefeller Foundation, Artist in Residence, University of California. Saat ini Ahamad Fuadi dengan sang istri serta buah hati tengah menjelajahi eropa untuk mentaddaburi bumi Allah.

“Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi di depan. Karena yang kita tuju bukan sekarang, tapi ada yang lebih besar dan prinsipil, yaitu menjadi manusia yang telah menemukan misinya dalam hidup” Ahmad Fuadi

5. Ayu Utami

Penulis perempuan satu ini sepertinya suka menulis cerita yang berbau mistis dan horor, yang sebenarnya adalah realitas dari apa yang kasat mata. Dalam cerita-cerita yang ditulis Ayu Utami, tidak saja membuat bulu kuduk merinding tetapi juga terpesona dengan bahasa sastra yang modren.

Diantara novel Ayu Utami adalah larung, lalita, saman, Bilangan FU dan seterusnya. adakalahnya Ayu utami juga menulis dengan sexy dan sensasi yang menggetarkan rasa.

“Dunia ini penuh dengan orang jahat yang tidak dihukum. Mereka berkeliaran. Sebagian karena tidak tertangkap, sebagian lagi memang dilindungi, tak tersentuh hukum, atau aparat.” Ayu Utami

6 Tere Liye

Penulis yang berasal dari pulau sumatera ini telah menulis 34 lebih novel. novel-novel beliau penuh dengan petualangan dan tanda tanya dalam setiap lembaran kertas yang dibaca. dalam setiap novel yang ditulis beliau juga selalu menyelipkan pesan-pesan kehidupan yang sangat fundamental dengan bahasa sastra yang sangat indah dan terampil.

Tere Liye adalah seorang penulis yang penuh dengan prinsip. tidak suka dipuji dan tidak suka tampil ditelevisi. baginya seorang penulis adalah penulis, bukan seorang selebriti yang suka mencari sensasi. untuk itu perenungan-perenungan yang ada dalam karya-karya tere liya sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh para pecinta buku.

Sebut saja novel rindu, tentang kamu, kau aku dan sepucuk ampau merah. daun yang jatuh tidak pernah membenci angin, pergi, pulang, Harga Sebuah Percaya, Moga Bunda Di Sayang Allah, Bidadari-Bidadari Surga, Hafalan Sholat Delisa, Serial anak mamak.Bumi, Bulan, Bintang sampai rembulan tenggelam diwajahmu yang sebentar lagi difilmkan dibulan desember. sangat layak kamu baca dan tonton film-filmnya.

“Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta” Tere Liye

7. Dea Lestari

Penulis, Penyanyi, Pemain Sinetron/Film ini yang kadang menyajikan buku-buku spritualnya yang penuh dengan msiteri dan petualang seperti kumpulan novel supernova.

Dalam suatu kesempatan penulis berparwas cantik ini biasanya menulis didini hari hingga pagi menjelang. karena menurutnya diwaktu itu adalah waktu yang tepat yang tidak penuh dengan kesibukkan dalam menuangkan segala ide dan catatan dalam fikiran kedalam kertas.

“momentum tidak dapat dikejar. Momentum hadir. Begitu ia lewat, ia tidak lagi sebuah momentum. Ia menjadi kenangan. Dan kenangan tidak akan membawa Anda kemana-mana. Kenangan adalah batu-batu di antara aliran sungai. Anda seharusnya menjadi arus, bukan batu

8. Eka Kurniawan

Penulis yang pernah mendapatkan penghargaan dari prince claus belanda dan world reader award ini tidak pernah berfikir membayangkan menjadi seorang penulis sampai beliau singgah sepulang sekolah disebuah taman membaca disudut pasar kota pangandaran.

Najwa Shihab, Duta Baca indonesia mengapresiasi dan sangat merekomendasikan karya eka kurniawan yang berjudul lelaki harimau. Namun kamu juga bisa membaca karyanya yang berjudul cantik itu luka dan cinta tidak ada mati.

“Betapa hidup ini tak lebih dari satu lingkaran. Yang lahir akan mati. Yang terbit di timur akan tenggelam di barat, dan muncul lagi di timur. Yang sedih akan bahagia, dan yang bahagia suatu hari akan bertemu sesuatu yang sedih, sebelum kembali bahagia. Dunia itu berputar, semesta ini bulat”, Eka Kurniawan